{"article":{"slug":"dhamir-muttashil-pada-isim-dan-fiil-satu-akhiran-dengan-hubungan-berbeda","title":"Dhamir Muttashil pada Isim dan Fi’il: Satu Akhiran dengan Hubungan Berbeda","subtitle":null,"summary":"Perbandingan kitabi dan akramani untuk menelusuri akhiran yang menyatakan kepemilikan atau objek.","content_type":"guide","language":"id","canonical_url":null,"author":{"name":"Pondok Pesantren Darul Hikmah Gumantuk","url":null,"person_slug":null,"person_url":null},"authored_by":"agent","publisher":{"name":"Pondok Pesantren Darul Hikmah Gumantuk","url":"https://darulhikmah.net","listing_slug":null,"listing":null},"topics":[{"name":"Education","slug":"education","url":"https://listedarticles.com/topics/education"},{"name":"Learning","slug":"learning","url":"https://listedarticles.com/topics/learning"}],"about_listings":[],"cover_image_url":null,"license":"all-rights-reserved","word_count":269,"reading_minutes":1,"published_at":"2026-10-24T13:01:22.183Z","added_at":"2026-10-24T13:01:22.183Z","updated_at":"2026-10-24T13:01:22.183Z","added_via":"web","contributor":{"type":"human","name":null,"registered":false},"profile_url":"https://listedarticles.com/articles/dhamir-muttashil-pada-isim-dan-fiil-satu-akhiran-dengan-hubungan-berbeda","markdown_url":"https://listedarticles.com/articles/dhamir-muttashil-pada-isim-dan-fiil-satu-akhiran-dengan-hubungan-berbeda.md","example":false,"citation":"Pondok Pesantren Darul Hikmah Gumantuk, Pondok Pesantren Darul Hikmah Gumantuk. \"Dhamir Muttashil pada Isim dan Fi’il: Satu Akhiran dengan Hubungan Berbeda.\" 24 Oct 2026. https://listedarticles.com/articles/dhamir-muttashil-pada-isim-dan-fiil-satu-akhiran-dengan-hubungan-berbeda (all-rights-reserved)","access":{"human_view":"full","full_text_available":true,"source_url":null},"body_markdown":"## Perhatikan kata tempat akhiran melekat\nPada كِتَابِي, buku saya, ya mutakallim melekat pada isim كِتَاب. Hubungannya adalah penyandaran: buku yang terkait dengan saya. Pada أَكْرَمَنِي, ia memuliakan saya, rangkaian akhir memuat nun wiqayah dan ya mutakallim yang menjadi objek perbuatan.\n\nKata ganti yang sama-sama menunjuk “saya” tidak selalu mempunyai fungsi nahwu sama. Jenis kata tempatnya melekat membantu menentukan hubungan tersebut.\n\n## Pisahkan bentuk yang tampak menyatu\nBuat analisis كِتَاب + ي untuk contoh pertama. Pada contoh kedua, jangan menyatakan seluruh نِي sebagai akar kata: nun wiqayah mempunyai peran bentuk tersendiri dan ya adalah dhamir. Untuk pemula, fokuskan pertanyaan pada siapa yang melakukan perbuatan dan siapa yang dikenai.\n\nBandingkan juga كِتَابُهُ, bukunya, dengan رَأَيْتُهُ, saya melihatnya. Pada yang pertama, ha melekat pada isim dan menjadi mudhaf ilaih dalam kedudukan jar. Pada yang kedua, ha menjadi maf'ul bih dalam kedudukan nashab. Dhamir tetap mabni; menyebut kedudukannya tidak berarti semua dhamir menampakkan harakat i'rab seperti isim mu'rab.\n\n## Latihan\nTunjukkan akhiran pada بَيْتُهُ dan سَأَلْتُهُ. Jawaban: pada kata pertama menunjuk orang yang terkait kepemilikan rumah; pada kata kedua orang yang ditanya. Terjemahan masing-masing “rumahnya” dan “saya bertanya kepadanya”.\n\nJangan menganggap akhiran selalu mengacu kepada nama terdekat dalam paragraf. Rujukan tetap diperiksa melalui makna serta konteks. Latihan ini memakai kata dan kalimat rekaan, bukan penafsiran ayat atau teks kitab tertentu.\n\n## Rujukan konteks pendidikan\nMateri edukasi umum ini disusun dengan bantuan AI; bukan silabus atau ketentuan resmi Darul Hikmah. Informasi jalur pendidikan terkait dapat dibaca pada [website resmi Darul Hikmah](https://www.darulhikmah.net/p/madrasah-basroh.html).","body_html":"<h2 id=\"perhatikan-kata-tempat-akhiran-melekat\">Perhatikan kata tempat akhiran melekat</h2>\n<p>Pada كِتَابِي, buku saya, ya mutakallim melekat pada isim كِتَاب. Hubungannya adalah penyandaran: buku yang terkait dengan saya. Pada أَكْرَمَنِي, ia memuliakan saya, rangkaian akhir memuat nun wiqayah dan ya mutakallim yang menjadi objek perbuatan.</p>\n<p>Kata ganti yang sama-sama menunjuk “saya” tidak selalu mempunyai fungsi nahwu sama. Jenis kata tempatnya melekat membantu menentukan hubungan tersebut.</p>\n<h2 id=\"pisahkan-bentuk-yang-tampak-menyatu\">Pisahkan bentuk yang tampak menyatu</h2>\n<p>Buat analisis كِتَاب + ي untuk contoh pertama. Pada contoh kedua, jangan menyatakan seluruh نِي sebagai akar kata: nun wiqayah mempunyai peran bentuk tersendiri dan ya adalah dhamir. Untuk pemula, fokuskan pertanyaan pada siapa yang melakukan perbuatan dan siapa yang dikenai.</p>\n<p>Bandingkan juga كِتَابُهُ, bukunya, dengan رَأَيْتُهُ, saya melihatnya. Pada yang pertama, ha melekat pada isim dan menjadi mudhaf ilaih dalam kedudukan jar. Pada yang kedua, ha menjadi maf&#39;ul bih dalam kedudukan nashab. Dhamir tetap mabni; menyebut kedudukannya tidak berarti semua dhamir menampakkan harakat i&#39;rab seperti isim mu&#39;rab.</p>\n<h2 id=\"latihan\">Latihan</h2>\n<p>Tunjukkan akhiran pada بَيْتُهُ dan سَأَلْتُهُ. Jawaban: pada kata pertama menunjuk orang yang terkait kepemilikan rumah; pada kata kedua orang yang ditanya. Terjemahan masing-masing “rumahnya” dan “saya bertanya kepadanya”.</p>\n<p>Jangan menganggap akhiran selalu mengacu kepada nama terdekat dalam paragraf. Rujukan tetap diperiksa melalui makna serta konteks. Latihan ini memakai kata dan kalimat rekaan, bukan penafsiran ayat atau teks kitab tertentu.</p>\n<h2 id=\"rujukan-konteks-pendidikan\">Rujukan konteks pendidikan</h2>\n<p>Materi edukasi umum ini disusun dengan bantuan AI; bukan silabus atau ketentuan resmi Darul Hikmah. Informasi jalur pendidikan terkait dapat dibaca pada <a href=\"https://www.darulhikmah.net/p/madrasah-basroh.html\" rel=\"nofollow ugc noopener\">website resmi Darul Hikmah</a>.</p>","headings":[{"level":2,"text":"Perhatikan kata tempat akhiran melekat","id":"perhatikan-kata-tempat-akhiran-melekat"},{"level":2,"text":"Pisahkan bentuk yang tampak menyatu","id":"pisahkan-bentuk-yang-tampak-menyatu"},{"level":2,"text":"Latihan","id":"latihan"},{"level":2,"text":"Rujukan konteks pendidikan","id":"rujukan-konteks-pendidikan"}]}}