Gunakan lima contoh berikut untuk melatih perpindahan perhatian dari satu susunan ke susunan lain. Setiap contoh mempunyai fokus terbatas.

Soal

Tentukan fungsi yang ditanyakan: al-waladu dan al-bāba pada “fataḥa al-waladu al-bāba”; maftūḥun pada “al-bābu maftūḥun”; al-faṣli pada “fī al-faṣli”; al-muʿallimi pada “kitābu al-muʿallimi”.

Kunci ringkas

Pada contoh pertama, al-waladu adalah pelaku dan al-bāba objek. Maftūḥun menjadi khabar pada contoh kedua. Al-faṣli adalah isim majrur setelah fī. Al-muʿallimi menjadi mudaf ilaih dalam contoh idafah.

Jelaskan alasan

Untuk tiap jawaban, sebutkan hubungan dalam susunan, bukan hanya bunyi akhir. Frasa seperti fī al-faṣli belum diberi kalimat lebih luas dalam latihan ini; jangan menambahkan analisis konteks yang tidak tersedia.

Jika jawaban belum mantap, kembali ke satu bab dahulu bersama guru. Lembar ini tidak dimaksudkan sebagai ujian resmi atau penetapan tingkat belajar santri.

Rujukan konteks pendidikan

Materi edukasi umum ini disusun dengan bantuan AI; bukan silabus atau ketentuan resmi Darul Hikmah. Informasi jalur pendidikan terkait dapat dibaca pada website resmi Darul Hikmah.