Mu’rab dan mabni merupakan pembahasan bentuk akhir kata dalam nahwu. Pelajar perlu membedakan keadaan bentuk dengan fungsi kata dalam kalimat.
Contoh perubahan
Al-ṭālibu, al-ṭāliba, dan al-ṭālibi memperlihatkan perbedaan bacaan akhir pada contoh yang sesuai. Perubahan itu perlu dihubungkan dengan sebab dan susunan, bukan dipilih secara bebas.
Contoh bentuk tetap
Huwa merupakan contoh dhamir mabni dalam pengenalan dasar. Bentuk tetap tidak berarti kata tersebut tidak mempunyai peran dalam kalimat. Rincian kedudukan perlu mengikuti analisis yang diajarkan.
Latihan
Pada materi kelas, tandai kata yang dibahas sebagai mu’rab atau mabni. Tulis dasar penentuannya. Jangan menganggap semua isim mu’rab atau setiap kata yang kebetulan tidak berubah pada satu contoh pasti mabni.
Artikel ini merupakan pengantar konsep dan tidak mencakup seluruh jenis kata serta tanda yang berkaitan.
Rujukan konteks pendidikan
Materi edukasi umum ini disusun dengan bantuan AI; bukan silabus atau ketentuan resmi Darul Hikmah. Informasi jalur pendidikan terkait dapat dibaca pada website resmi Darul Hikmah.